Sosok Baru Tak Muncul Pilkada Banyumas 2013

PURWOKERTO- Enam bakal pasangan calon yang mendaftar ke KPU Banyumas memang banyak hanya secara kuantitas. Sayangnya, jumlah tersebut cenderung tidak memunculkan sosok baru.

Beberapa di antaranya bahkan disebut sudah ’’langganan’’ muncul, yakni nama Toto Dirgantoro, Warman Suharno dan Hj Winarni. Tiga nama tersebut bukan kali ini saja ’’mencoba peruntungan’’ dalam Pilkada Banyumas. Warman dan Winarni bahkan ’’dijodohkan’’ PAN dan PKS dalam Pilkada kali ini.

TIM Pemenangan PAN, Haris Mugiyono, menjelaskan koalisi PAN-PKS bukan tiba-tiba. Soal calon yang diusung karena melihat track record keduanya. Warman adalah praktisi pendidikan dan politikus, sementara Hj Winarni adalah ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW).

Meski ’’stok lama’’, Ketua DPD PAN Akhmad Saeful Hadi mengklaim pasangan yang disingkat WANI (Warman-Winarni) itu merupakan wacana baru untuk Banyumas. ’’Diharapkan masyarakat Banyumas bisa memilih dengan tepat kepemimpinan lebih baik,’’ katanya usai pendaftaran.

Sementara bakal calon bupati, H Warman Suharno mengaku optimistis dalam Pilkada 2013. Dia mengaku akan fokus pada 40 persen suara perempuan, makanya memilih Hj Winarni sebagai wakil.

’’Ada 49 organisasi di bawah GOW kita akan fokus pada pemilih perempuan,’’ ujar Warman yang mengenakan beskap tersebut.

Janji memunculkan ’’sosok baru’’ yang dilontarkan partai menengah, Demokrat-PKB tidak terbukti.

Pasalnya, mereka justru mengusung Muhsonuddin dan Hendri Anggoro Budhi. Muhsonuddin adalah mantan anggota DPRD 2004-2009 sementara Hendri masih anggota DPRD Banyumas dari Demokrat.

Meski demikian, baik PKB atau Demokrat sama-sama mengklaim, pasangan MURI (Muhson-Hendri) adalah solusi dan sosok muda enerjik yang siap membawa perubahan.

’’Kami tawarkan calon muda yang enerjik, jangan yang tua-tua saja,’’ kata Ketua DPC Demokrat, Widodo Dwi Prastowo.

Wakil Ketua DPC PKB, Mustofa SAg, tetap mengatakan MURI adalah calon dan alternatif baru. ’’Pergulatannya panjang, dan tidak kalah penting, kami belajar pada Pilkada 2008 sehingga mengusung kader (Muhsonuddin), Demokrat juga demikian,’’ tambahnya

Pertarungan

Justru menarik pertarungan duo incumbent, Mardjoko dan Achmad Husein. Dimana, Mardjoko (saat ini bupati) menggandeng dokter Gempol diusung koalisi Golkar-Hanura-Gerindra dan partai non parlemen. Sementara Husein menggandeng Ketua DPC PDIP dokter Budhi Setiawan diusung koalisi PDIP-PPP.

Dalam orasi saat deklarasi, Achmad Husein menyindir kebijakan Banyumas saat ini soal bangunan mercusuar, dan pembangunan yang tidak merata. Pasangan Husein berBudhi (Husein-dokter Budhi) mengaku akan fokus pada masyarakat miskin yang selama ini terpinggirkan.

Ditanya kemenangan, Husein mantap menyebutkan angka 48 persen suara bisa diraih. ’’Kami bicara target realistis. PDIP punya 26 persen suara, PPP enam persen suara, sudah ada 32 persen. Sisanya didorong ribuan relawan, pendukung kita bisa meraih 48 persen suara,’’ katanya.

Ketua DPC PPP, KH Zuhrul Anam Hisyam (Gus Anam) memberi semangat, PDIP sebagai pemenang sebenarnya memiliki hak memakmurkan masyarakat, dengan cara memenangkan Pilkada.

’’PDIP itu partai pemenang dan pemilik kursi (DPRD) terbanyak. Makanya, PPP memilih bergabung membangun Banyumas bersama PDIP, dan kami tidak minta apa-apa,’’ katanya. (K38-17,88)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s